Fokus Jepara – Palembang - Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan penetapan ini, Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Kurban akan dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026. Salah satu momen penting dalam rangka menyambut hari raya ini adalah malam takbiran yang jatuh pada 9 Dzulhijjah, atau tepatnya pada Selasa malam, 26 Mei 2026.
Malam takbiran merupakan saat yang penuh makna bagi umat Islam, di mana mereka dianjurkan untuk melantunkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Pelaksanaan takbiran dibagi menjadi dua jenis, yaitu takbir mutlak (mursal) yang dilakukan tanpa terikat waktu, dan takbir muqqayad yang dilakukan setelah salat fardhu.
Untuk tahun ini, umat Islam di Indonesia akan mulai melafalkan takbiran pada Selasa, 26 Mei 2026, saat waktu Maghrib. Momen ini menandai dimulainya perayaan Idul Adha yang akan berlangsung selama lima hari berturut-turut hingga 30 Mei 2026. Takbiran pada Idul Adha berbeda dengan takbiran pada Idul Fitri yang hanya dilakukan sekali pada malam 1 Syawal.
Amalan takbiran ini sangat dianjurkan dalam sunnah Rasulullah SAW, yang mengajarkan pentingnya melafalkan takbir mulai dari hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga selesai hari Tasyrik pada 13 Dzulhijjah. Hal ini menegaskan betapa pentingnya momen ini dalam kalender Islam, terutama bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Di bulan Dzulhijjah, umat Islam juga dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan sunnah, seperti puasa Dzulhijjah, puasa Arafah, dan tentunya berkurban. Puasa Arafah, yang jatuh pada 9 Dzulhijjah, sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak menunaikan ibadah haji, karena merupakan hari penuh keutamaan dan pengampunan dosa.
Khutbah Jumat pada 22 Mei 2026 juga menjadi momentum penting, bertepatan dengan 5 Dzulhijjah 1447 H. Dalam khutbah ini, khatib akan mengingatkan jamaah tentang keutamaan bulan Dzulhijjah dan pentingnya memaksimalkan amal ibadah selama sepuluh hari pertama bulan tersebut. Tema khutbah diperkirakan akan berfokus pada pengorbanan, ketaatan, dan hikmah syariat Islam.
Sebelum hari raya, umat Islam juga disarankan untuk mempersiapkan hewan kurban dengan baik. Doa untuk hewan kurban sangat dianjurkan agar menjadi amal baik di akhirat. Dengan demikian, hewan tersebut tidak hanya menjadi titipan, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan berbagai amalan dan persiapan ini, diharapkan umat Islam dapat merayakan Idul Adha dengan penuh rasa syukur dan khidmat. Hari raya ini bukan hanya sekedar momen berkumpul dengan keluarga, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.